Kembali ke Blog
Panduan IMEI
5 menit baca · 5 Maret 2025

Cara Cek IMEI iPhone Bekas — Pastikan Bukan Barang Curian atau HP BM

iPhone bekas memang menggiurkan, tapi risikonya lebih tinggi jika tidak dicek dengan benar. Ini cara menemukan IMEI iPhone dan verifikasi lengkap via CekSafe sebelum transaksi.

CS

Tim CekSafe

PT Bit Thinking Indonesia

iPhone bekas selalu jadi incaran. Kualitas build yang tahan lama dan ekosistem yang solid membuat iPhone generasi lama masih memiliki nilai yang baik. Tapi di sinilah godaannya: pasar iPhone bekas Indonesia dipenuhi unit-unit dengan berbagai "cerita" — mulai dari refurbished tanpa label, BM dari luar negeri, sampai barang curian yang sudah ganti casing.

Langkah pertama dan paling krusial: cek IMEI sebelum serahkan uang.

Cara Menemukan IMEI iPhone

Ada beberapa cara untuk melihat nomor IMEI pada iPhone:

  • Kode dial: Buka aplikasi Telepon, tekan *#06#. IMEI akan muncul di layar.
  • Pengaturan: Buka Pengaturan → Umum → Info → IMEI. Scroll ke bawah untuk melihat nomor lengkap.
  • Bodi fisik: Pada iPhone 6s ke bawah, IMEI tercetak di bagian belakang. Pada iPhone 7 ke atas, tercetak di dalam slot SIM card tray.
  • Dus original: Stiker di bagian belakang atau samping dus memuat IMEI dan serial number.

Penting: Bandingkan IMEI di pengaturan dengan IMEI fisik (bodi/dus). Jika berbeda, ada kemungkinan perangkat pernah dilakukan modifikasi ilegal.

Cek IMEI iPhone via CekSafe

Setelah mendapat nomor IMEI, langsung cek di CekSafe:

  1. Buka ceksafe.com dan masukkan IMEI di kolom pengecekan.
  2. Pilih Cek Dasar (gratis) untuk status blacklist, atau Cek Total (Rp 10.000) untuk hasil lengkap + sertifikat.
  3. Hasil muncul dalam hitungan detik.

Mau cek IMEI sekarang?

Gunakan CekSafe — cepat, akurat, dan tersedia 24 jam.

Cek IMEI iPhone Ini Sekarang →

Red Flag yang Harus Diwaspadai Saat Beli iPhone Bekas

1. Status "Activation Lock" Masih Aktif

Sebelum membeli, pastikan iPhone bisa diakses penuh tanpa meminta Apple ID penjual. Jika masih ada Activation Lock, itu berarti akun iCloud penjual masih terhubung. iPhone seperti ini bisa berubah jadi "bata" kapan saja jika akun pemilik sebelumnya memblokir perangkat dari jarak jauh.

Cara cek: Buka Pengaturan → [nama akun] → Cari My iPhone. Jika masih "On", minta penjual matikan sebelum transaksi.

2. Model LL/A vs ZA/A

iPhone yang dijual resmi di Indonesia biasanya berakhiran ZA/A atau PA/A. Model dengan akhiran LL/A adalah unit untuk pasar Amerika Serikat. Ini bukan berarti ilegal, tapi garansi Apple Indonesia biasanya tidak berlaku untuk model tersebut.

3. Harga Terlalu Murah untuk Kondisi Bagus

iPhone 14 Pro dengan kondisi mulus tapi dijual Rp 5 juta? Terlalu bagus untuk jadi kenyataan. iPhone refurbished atau dengan komponen tidak original (layar aftermarket, baterai bukan original) memang bisa menurunkan harga, tapi penurunan yang terlalu drastis patut dicurigai.

4. Tidak Ada Dus atau Dus Tidak Sesuai

IMEI di dus harus sama dengan IMEI di perangkat. Jika penjual tidak punya dus, itu tidak selalu masalah — tapi periksa kesesuaian nomor serial dan IMEI di pengaturan secara teliti.

Cara Beli iPhone Bekas dengan Aman

Selain cek IMEI, ada beberapa langkah tambahan:

  • Minta penjual melakukan factory reset di hadapanmu setelah menghapus akun iCloud-nya.
  • Cek kesehatan baterai: Pengaturan → Baterai → Kesehatan Baterai. Angka di atas 80% masih oke.
  • Test semua fungsi: kamera depan dan belakang, speaker, mikrofon, Face ID/Touch ID, Wi-Fi, Bluetooth, dan port Lightning/USB-C.
  • Minta sertifikat verifikasi IMEI dari CekSafe — ini akan berguna ketika kamu ingin menjual kembali nantinya.

Baca juga: 7 Tips Aman Beli HP Bekas di Musim Lebaran 2025

Tags:

cara cek imei iphonecek imei iphone bekasiphone blacklistiphone bm indonesia